Kisah Sedih Perjuangan Janda Penjual Makanan

Tidak ada seorang wanitapun yang ingin ditinggalkan oleh suaminya. Hidup sebagai seorang janda tentu tidak mudah, bukan saja harus berjuang sendiri mencari nafkah, tetapi ada hal lain yang terkadang lebih sulit untuk dihadapi yaitu anggapan negatif orang terhadap status janda itu sendiri. Padahal, tidak semua janda buruk. Hal inilah yang dirasakan oleh ibu Rahman

Bu Rahman

Demi memenuhi kebutuhan hidupnya beserta anak, ia rela berjualan makanan. Sedikit keahlian dalam memasak cukup menjadi modal ia membuka warung makan. Menu yang ia jual memang tidak banyak, hanya beberapa lauk dan sayur saja, namun rasanya yang enak membuat jualannya cukup laris. Ada saja pembeli yang datang. Dengan sigap dan ramah, bu Rahman melayani pembeli. 

Pagi-pagi sekali, ia sudah menyiapkan berbagai macam kebutuhan bahan untuk dimasak, mulai dari ikan, sayur, bumbu dan lainnya. Terkadang, sesekali anaknya membantu meringkan pekerjaan ibunya. Hidup tanpa suami selama bertahun-tahun sudah cukup menempa dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat, tidak ada kata mengeluh atas kondisi yang dihadapi, semuanya harus dijalani dengan hati ikhlas. Asalkan bisa hidup layak dan mendapatkan rejeki halal, apapun ia lakukan. 

Terkadang, adakalanya ia merasa lelah, namun tuntutan hidup tidak memberinya ruang untuk berkeluh kesah, ia simpan sendiri segala macam rasa yang berkecamuk, suatu ketika pula ada saja masalah yang ia hadapai. Namun lagi-lagi, ia tidak bisa dengan mudah membeberkan masalahnya kepada siapapun. Ia harus kuat menanggung masalah seorang diri karena kini tidak ada lagi sang suami yang dapat dijadikan tempat berbagi masalah.

Ditengah berbagai ujian dan cobaan hidup, bu Rahman pernah ingin berniat bisa umroh. Sebuah harapan yang sebenaranya ia sendiripun malu untuk memikirkannya karena sudah pasti akan sulit diwujudkan. Hasil berjualan tentulah tidak seberapa, mungkin hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari, untuk belanja anaknya, bayar listrik dan lain sebagainya.

Ternyata, ada banyak saudara seiman kita yang mengalami berbagai kesusahan dan ujian hidup. Alangkah indahnya jika ada orang yang memiliki kelebihan harta untuk bisa membaginya kepada orang lain yang lebih membutuhkan agar menjadi bermanfaat serta mendatangkan kebahagian bagi orang lain. Salah satu anjuran dalam agama islam untuk setiap hambanya yang ingin mendapatkan pahala berlipat serta tidak terputus adalah dengan cara berwakaf. Asuransi wakaf menjadi jembatan bagi siapa saja yang ingin berwakaf dengan praktis, mudah dan ringan. 
Kisah Sedih Perjuangan Janda Penjual Makanan Kisah Sedih Perjuangan Janda Penjual Makanan Reviewed by Ayead Gaptek on 3:15 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.