Mengenal Tahap Pertumbuhan Bayi Dari Usia 1-3 Tahun

Sebagai seorang ibu, hal penting yang harus selalu diperhatikan terkait buah hati ialah tahap perkembangannya. Sejak lahir, bayi akan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat, dimulai dari otot tubuh yang kian kuat, fungsi pancaindera yang kian baik, gerakan yang terkoordinasi hingga kemampuan bayi dalam melakukan interaksi. Dari sekian jenis pertumbuhan bayi , perkembangan fisik adalah yang paling sering diperhatikan karena memang hal ini yang paling mudah dilihat secara langsung. Namun, tahukah anda jika selain perkembangan fisik, ada juga jenis pertumbuhan bayi lainnya yang tidak boleh diabaikan. Untuk itu, yuk kenali lebih jauh tentang berbagai perkembangan bayi berdasarkan fase usianya.

Pertumbuhan Bayi


1. Perkembangan Bayi Usia 0-1 Tahun
Bayi baru lahir, yang pada mulanya masih belum bisa melakukan banyak hal, menjelang usia 1 tahun, pastinya beragam perkembangan sudah terjadi. Mulai dari kemampuan tengkurap, merangkak, duduk hingga berdiri. Pada usia 1 tahun, pada sebagian bayi sudah ada yang mampu berjalan meski belum seimbang dan stabil, namun sebagian diantaranya ada juga yang belum bisa berjalan. Para mommy tidak perlu khawatir, karena setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda. Agar pertumbuhan bayi bisa maksimal, bisa ditunjang dengan kegiatan sebagai berikut:

- Ajak si kecil untuk berjalan-jalan di lingkungan sekitar
- Biarkan anak mengambil benda yang letaknya cukup jauh sambil tetap dibawah pengawasan
- Rangsang otot kakinya agar semakin kuat dengan sesekali mengajaknya berdiri dan berjalan
- Bantu anak naik tangga kecil atau biarkan ia naik turun sofa yang rendah
- Ajak anak bernyanyi dan bercerita

2. Perkembangan Balita Usia 2 Tahun
Memasuki usia 2 tahun, anak menjadi lebih aktif karena perkembangan fisiknya sudah semakin maju. Anak sudah bisa berjalan, berlari, mengerti perintah, berbicara, melompat, naik turun tangga dan sebagainya. Orang tua hendaknya lebih meningkatkan pengawasan, terlebih jika anak cenderung aktif. Biarkan ia melakukan eksplorasi terhadap lingkungan disekitar dengan tetap berada dibawah pengawasan. Mommy bisa mengajak anak untuk melakukan permainan yang lebih beragam, seperti misalnya bermain bola. Meski hal ini terlihat sepele, sebenarnya permainan yang mengandalkan fisik akan turut membantu perkembangan sang buah hati. Apa saja jenis kegiatan yang dapat memaksimalkan perkembangan anak usia 2 tahun? Berikut diantaranya:

- Mengajak anak bermain petak umpet
- Mengenalkan anak pada berbagai objek yang berbeda misalnya jenis-jenis hewan
- Bermain lempar bola
- Mencoret-coret kertas
- Naik turun tangga

3. Perkembangan Balita Usia 3 Tahun
Saat usia anak sudah 3 tahun, pertumbuhan fisiknya juga semakin terlihat jelas, mulai dari tubuh yang kian besar dan tinggi, koordinasi motorik yang seimbang, kemampuan merespon hingga jumlah kosa kata yang semakin banyak dipahami. Perkembangan jiwa sosialnya juga turut berkembang, terlihat dari keinginannya untuk bisa berinteraksi dengan teman sebaya. Tidak heran, jika pada usia ini, seorang anak sudah bisa dimasukkan ke kelas pendidikan usia dini. Berbagai kegiatan yang bisa dilakukan bersama balita usia 3 tahun dan dapat merangsang perkembangan motorik halus serta kasarnya, agar jadi lebih baik ialah sebagai berikut:

- Bermain lompat tali
- Bermain bongkar pasang atau puzzle
- Mewarnai 
- Bermain peran
- Mengelompokkan benda 
- Piknik di alam terbuka
- Lempar bola
- Bermain air di kolam khusus anak
- Mengajak anak bercerita sambil membaca buku

Demikian tadi beberapa informasi seputar perkembangan bayi yang perlu diketahui oleh setiap orang tua yang mendambakan buah hatinya tumbuh dengan baik. Pastikan untuk selalu menemani si kecil dalam setiap tumbuh kembangnya.
Mengenal Tahap Pertumbuhan Bayi Dari Usia 1-3 Tahun Mengenal Tahap Pertumbuhan Bayi Dari Usia 1-3 Tahun Reviewed by Ayead Gaptek on 7:25 AM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.