Komitmen Perlindungan Alam Perusahaan Sukanto Tanoto Terlihat Dari Dashboard Keberlanjutannya

Royal Golden Eagle

Royal Golden Eagle memiliki perkebunan dengan konsep terbarukan dan dijadikan sumber bahan baku utama untuk produk-produknya. Mereka memelihara tanaman amat tergantung terhadap kondisi alam, misalnya jika cuaca tidak bersahabat atau ekosistem rusak karena kelestarian lingkungan diabaikan, perkebunan akan terkena dampaknya. Bisnis berbasis Sumber Daya Alam seperti RGE berkepentingan terhadap kelestarian lingkungan.

Ada beberapa contoh anak perusahaan milik RGE yang juga terjun langsung dalam kelestarian lingkungan. April grup misalnya. Mereka mendirikan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Biogas dan memanfaatkan salah satu hasil buangan proses pembuatan pulp dan kertas bernama lindi hitam. Lewat sebuah ketal uap pemulihan raksasa, mereka mampu mengubahnya menjadi energi listrik. Selain lindi hitam, April grup juga bisa memanfaatkan kulit kayu yang terbuang selama proses pembersihan kayu menjadi lsitrik. Yang mana pada akirnya energi yang mereka peroleh bisa digunakan untuk menjalankan operasional perusahaan.

Tidak hanya April grup, Apical juga melakukan perlindungan lingkungan. Apical grupadalah salah satu eksportir kelapa sawit terbesar di Indonesia dan turut aktif menjaga kelestarian alam salah satunya dengan melacak sumber bahan baku yang diperolehnya. Perusahaan ini memiliki dan mengontrol spektrum yang luas dalam rantai bisnis produksi kelapa sawit  mulai dari sourcing hingga distribusi. Operasi Apical di Indonesia dan Tiongkok mencakup empat kilang, satu instalasi biodiesel, dan sebuah instalasi penghancur. Kilang-kilang di Dumai dan Marunda, Indonesia, menggunakan teknologi mutakhir, merefleksikan komitmen untuk mengembangkan fasilitas dan produk terdepan.

Perusahaan ini dilibatkan dalam pengilangan, pemrosesan, dan perdagangan kelapa sawit baik untuk penggunaan domestik maupun ekspor internasional. Selain itu juga, mereka mewajibkan penyuplai bahan baku mengelola perkebunan kelapa sawit dengan konsep terbarukan. Tidak adanya pembakaran hutan untuk membuka lahan baru dan pemanfaatan obat-obatan kimia untuk merawat kebun juga diminimalkan. Mereka juga menanamkan kesadaran arti penting kelestarian lingkungan di kalangan para petani. Dengan adanya hal tersebut, didapat sejumlah sertifikasi tanda praktik berkelanjutan di tubuh perusahaan yang dikantongi oleh Apical. Sertifikasi tersebut diantaranya Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Internasional Sustainability & Carbon Cerification (ISCC), dan Sustainability Assurance System (SAS).

Selain itu juga, komitmen Sukanto Tanoto terhadap perlindungan lingkungan tidak hanya dilakukan pada kegiatan Rooyal Golden Eagle, mereka juga mengampanyekan kepeduliannya terhadap alam kepada public. Salah satunya dengan cara mendirikan Tanoto Forestry Information Center (TFIC) pada tahun 2015, melalui yayasan ini, ia menggagas pendiran TFIC di Institut Pertanian Bogor. Selain itu juga, tujuan dari Sukanto Tanoto adalah untuk perlindungan terhadap hutan sekaligus pemanfaatan potensinya yang besar dan sadar akan arti pentingnya hutan.  dan itulah komitmen Perlindungan Alam Perusahaan Sukanto Tanoto terlihat dari dashboard keberlanjutannya.
Komitmen Perlindungan Alam Perusahaan Sukanto Tanoto Terlihat Dari Dashboard Keberlanjutannya Komitmen Perlindungan Alam Perusahaan Sukanto Tanoto Terlihat Dari Dashboard Keberlanjutannya Reviewed by Ayead Gaptek on 3:33 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.